Laman

Selasa, 20 Desember 2016

11 Manfaat Jus Mangga


– Siapa sih yang tidak kenal dengan buah mangga? Buah yang dianggap sebagai salah satu buah yang nikmat dan enak di ini banyak ditemukan di negara Indonesia, karena pohon mangga merupakan tanaman yang dapat tumbuh subur pada daerah beriklim tropis. Karena merupakan jenis buah musiman yang hanya ada dan berbuah pada saat tertentu saja, mangga menjadi buah yang dirindukan kehadirannya oleh para penggemarnya. Selain dapat dikonsumsi secara langsung, buah mangga juga dapat diolah menjadi sejumlah hidangan yang nikmat seperti jus mangga, puding mangga, salad buah, smoothie, campuran rujak buah dan hasil olahan lainnya. Dengan demikian, penggemar buah mangga tidak akan merasa bosan ketika mengkonsumsinya.
Namun, hasil olahan mangga yang biasa dikonsumsi yaitu jus mangga segar. Pasalnya, mengkonsumsi jus mangga merupakan cara yang praktis dan cepat bagi orang yang tidak mempunyai banyak waktu untuk mengkonsumsinya secara langsung. Dengan mengkonsumsi buah mangga dalam olahan jus, tubuh akan lebih cepat menyerap kandungan nutrisi di dalamnya. Dikarenakan, tubuh tak perlu bekerja keras untuk menyerap nutrisi dalam bentuk cairan.
Sama seperti buah jeruk, mangga juga terkenal akan kandungan vitamin C yang dimilikinya. Tak hanya vitamin C, mangga juga mempunyai kandungan nutrisi lainnya seperti vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin E, kalium, zat besi, serat, karbohidrat, antioksidan, asam folat dan masih banyak kandungan nutrisi lainnya. Sebelumnya, telah dijelaskan bahwa semua nutrisi yang terdapat di dalam buah mangga akan mudah terserap oleh tubuh jika dikonsumsi dalam bentuk cairan, yaitu dalam olahan jus mangga segar.

Sebagai informasi pelengkap, pada artikel ini juga akan diulas informasi mengenai manfaat jus mangga. Sesuai dengan apa yang dikutip dari situs manfaatbuahalami.com, adapun manfaat jus mangga yang perlu diketahui adalah sebagai berikut :

11 Manfaat Jus Mangga
Mengatasi Penyakit Kanker
Sama seperti buah-buahan lainnya, mangga juga merupakan buah yang mempunyai kandungan antioksidan tinggi. Tak hanya kandungan antioksidan, semua senyawa yang terdapat di dalamnya juga ramah dengan usus organ-organ tubuh serta dapat mengatasi penyakit kanker, seperti kanker darah, kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar.
Menjaga Performa Kardio Tubuh
Mengkonsumsi jus mangga secara rutin berkhasiat untuk menjaga performa kardio tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih sehat dan dapat membantu proses penyerapan nutrisi dengan lebih baik.
Menstabilkan Kadar Gula pada Tubuh
Kandungan serat pangan dan gula alami yang terdapat di dalam jus mangga sangat aman untuk dikonsumsi penderita penyakit diabetes.
Mencegah dan Mengatasi Anemia
Di dalam jus mangga terdapat kandungan zat besi yang cukup banyak. Dengan mengkonsumsi jus mangga secara rutin dapat mencegah dan mengatasi penyakit anemia karena kandungan zat besi di dalamnya berfungsi untuk memproduksi sel-sel darah merah.
Melancarkan Sistem Pencernaan
Kandungan serat pangan yang terdapat di dalamnya mempunyai kemampuan untuk melancarkan sistem pencernaan serta dapat menyehatkan organ-organ pencernaan, sehingga tubuh terbebas dari masalah gangguan pencernaan seperti sembelit, wasir dan susah buang air besar.
Menjaga Kesehatan Mata
Jus mangga memiliki kandungan vitamin A yang terbukti baik untuk menjaga kesehatan mata, sehingga mata akan menjadi segar, penglihatan menjadi tajam dan terhindar dari gangguan penyakit mata.
Menjaga Kesehatan Kulit
Kandungan vitamin C dan vitamin E yang terdapat di dalam jus mangga mempunyai kemampuan untuk menjaga kesehatan kulit untuk kulit yang lebih sehat, halus, lembab, cerah dan kencang. [1]
Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat
Semua kandungan nutrisi dan senyawa yang ada di dalam jus mangga berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam darah sehingga terhindar dari resiko terkena hipertensi, penyakit jantung dan stroke.
Menambah Energi
Apabila merasa lemas dan lelah saat beraktivitas sebaiknya konsumsilah jus mangga karena di dalamnya terdapat kandungan karbohidrat kompleks yang berguna untuk menambah energi yang diperlukan oleh tubuh saat beraktivitas.
Menyehatkan Otak dan Tubuh
Manfaat jus mangga lainnya adalah dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat serta kandungan asam folat di dalamnya mempunyai kemampuan untuk menyehatkan otak dan dapat meningkatkan kinerja otak.
Untuk mendapatkan semua manfaat dari jus mangga ini, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsinya tanpa gula tambahan. Kandungan gula alami yang terdapat di dalamnya sudah dapat membuat jus ini terasa manis. Baca juga Manfaat Kopi untuk Kulit.

Referensi :

manfaatbuahalami.com/2015/08/manfaat-jus-mangga-untuk-kesehatan.html

Rabu, 26 Oktober 2016

Ini Alasannya Duduk dengan Posisi 'W' Tidak Baik Bagi Anak




Jakarta, Ketika anak kecil menonton televisi, posisi duduk yang sering digunakan biasanya adalah dengan melipat kedua belah kaki ke belakang sehingga membentuk huruf W. Posisi ini populer dengan sebutan television position. Dikatakan ahli sebetulnya posisi ini tak baik. Posisi duduk W jadi favorit anak karena baginya ini adalah posisi yang nyaman dan aman. Namun ahli ortopedi dr Faturachman, SpOT, dari RS Hasan Sadikin Bandung mengingatkan orang tua agar tak membiarkan anak dalam posisi ini terlalu lama karena bisa berdampak pada pertumbuhan. Terutama pada anak yang berusia sekitar empat tahun, saat itu tulang-tulang sendi anggota gerak akan mengalami pertumbuhan pesat. Sehingga kebiasaan duduk W akan mendorong kondisi yang disebut dengan internal rotation atau sendi yang terputar menuju arah dalam. "Di ortopedi kita menyebutnya internal rotation. Posisi ini bila terulang dan waktunya lama menyebabkan proses pembentukan panggul menjadi cenderung berlebihan," kata dr Faturachman kepada detikHealth, Selasa (26/1/2016). "Dampaknya apabila dipakai beraktivitas ketika berjalan dia akan in-toeing gait, jadi posisi kakinya bengkok ke dalam," lanjutnya lagi. Dari segi medis sebetulnya tak ada yang berbahaya dari in-toe gait hanya saja anak akan jadi lebih terhambat kemampuan motoriknya. Pada usia empat sampai delapan tahun di mana anak mulai aktif, postur in-toe gait bisa menghalangi anak untuk lincah bergerak. "Pada usia itu banyak aktivitasnya dan dia bisa terganggu terutama untuk gerakan yang lincah-lincah," kata dr Faturachman.(fds/vit) Sumber: health.detik.com

Trik Psikolog Agar Anak Tak 'Tertular' Ngomong Kasar seperti Teman Sebayanya

Jakarta, Anak seringkali ikut-ikutan bicara kasar karena mendengar dari teman-teman bermain di sekitarnya. Kondisi ini kerap membuat para orang tua bingung karena sulit dicegah. Adakah cara untuk mengatasinya? Menurut psikolog Anna Surti Ariani, MPsi, masalah lingkungan yang berbicara kasar memang menjadi salah satu hal yang membingungkan orang tua. Hal ini karena masalah tersebut dianggap sulit diawasi oleh orang tua secara langsung. "Kata kasar itu sebenarnya sangat bergantung pada konteks budaya dan pada siapa kita bicara. Di budaya Betawi misalnya, banyak bahasa yang terdengar kasar, padahal budayanya memang demikian," ungkap Nina. Untuk masalah ini, Nina menganjurkan orang tua untuk menjelaskan pada anak bahwa memang ada kata-kata pada konteks tertentu, yang sebaiknya tidak diucapkan. Baca juga: Ini Alasannya Duduk dengan Posisi 'W' Tidak Baik Bagi Anak "Yang bisa membedakan dan menilai adalah anak-anak dengan usia besar, tapi untuk anak yang usianya lebih kecil, cukup kenalkan dan arahkan anak pada kata-kata sopan," terangnya. Jika anak sudah terlanjur mengenal dan mengucapkan kata kasar, Nina menyebutkan orang tua bisa menggunakan 'trik pengabaian'. Trik ini dilakukan dengan orang tua berpura-pura tidak mendengar apa yang diucapkan anak, ketika ia mengucapkan kata-kata kasar. "Misalnya anak bilang 'kelinci', katakanlah kata kelinci itu kasar, ya sudah kita cool saja, pura-pura tidak dengar pas anak bilang begitu. Kalau dia sudah sebal didiamkan dan bilang kata lain yang kita anggap positif, baru kita dengarkan dan tanggapi. Anak akan mencerna bahwa kata itu tidak baik," ujar Nina. Bila orang tua justru memarahi anak dan memberikan perhatian negatif pada kata kasar tersebut, anak justru akan terus mengingat kata tersebut dan penasaran untuk mengatakannya lagi. "Ini bagian dari pendidikan sopan santun, bagaimana cara berbicara sesuai konteks," lanjutnya.(ajg/vit) sumber: Health.detik.com